Begini Cara Blokir SMS Penipuan

Cara-cara ini saya dapatkan dari beberapa media (tempo) plus pengalaman pribadi,

  1. Indosat:
    ketik SMS dengan format: SMS(spasi)Nomor­ pengirim SMS penipuan(spasi)­isi SMS penipuan, kirim ke 726
    Contoh: SMS +6288888888 Selamat anda…. lalu kirim ke 626
  2. Telkomsel:
    ketik sms dengan format: SMS : penipuan#nomor penipu#isi SMS tipuan lalu kirim ke 1166
    Contoh : Penipuan#081232323#selamat anda mendptkan… lalu kirim ke 1166
  3. XL: forward sms penipuan ke 588

Sekilas tentang Raja Baru Kerajaan Saudi Arabia

RAJA SALMAN BIN ABDUL AZIZ DAN KOMITMENNYA TERHADAP SYARIAT ISLAM !

Pemimpin yang shaleh adalah idaman bagi orang-orang yang beriman. Ketika seorang pemimpin memiliki kecakapan dalam tata negara, ditambah memiliki keshalehan, maka itu adalah karunia yang sangat besar yang Allah berikan bagi penduduk suatu negeri. Dan karunia itu kian bertambah, apabila sang pemimpin adalah orang yang memiliki perhatian terhadap agama, penegakan syariat, dan dakwah tauhid.

Kerajaan Arab Saudi adalah sedikit dari negeri yang diberikan Allah karunia besar tersebut. Raja-raja mereka begitu memiliki perhatian yang besar terhadap Islam dan kaum muslimin. Mereka membangun percetakan Alquran kemudian menyebarkannya ke berbagai negeri kaum muslimin, membantu pembangunan fasilitas peribadatan dan fasilitas publik, dll. Tidak heran, rakyatnya pun meneladani perilaku pemimpin mereka. Karenanya, sering kita dengar orang-orang di negeri kita mengajukan permintaan bantuan dana ke orang-orang Arab Saudi untuk kepentingan dakwah, karena mereka dikenal loyal dalam hal ini.

Setelah sebelumnya membahas tentang keahlian Raja Salman bin Abdul Aziz dalam dunia kepemimpinan dan diplomasi, berikut ini adalah sedikit kisah sisi relijius Raja Arab Saudi yang baru tersebut.

RAJA SALMAN DAN KECINTAANNYA KEPADA AL-QUR’AN !

Sebagaimana tradisi kerajaan-kerajaan Islam sedari dulu, anak-anak raja dan para pangeran disekolahkan di sekolah khusus kerajaan, demikian juga dengan Raja Salman bin Abdul Aziz. Ia pertama kali menimba ilmu di Madrasah Umara (Princes’ School) di Riyadh. Di sana ia mempelajari ilmu agama dan sains modern.

Di Madrasah Umara, Raja Salman bin Abdul Aziz berhasil menghafalkan 30 juz Alquran saat usianya masih 10 tahun. Saat itu, kepala sekolah Madrasah Umara adalah Syaikh Abdullah al-Khayyath, imam dan khotib Masjid al-Haram sekarang. Oleh karena itu, sama seperti pimpinan-pimpinan Arab Saudi lainnya, Raja Salman menaruh perhatian yang sangat besar dalam memotivasi anak-anak Arab Saudi untuk menghafalkan kitabullah.

Wujud perhatian beliau terhadap Alquran adalah dengan adanya Musabaqoh al-Amir Salman bin Abdul Aziz li Hifzhi-l Quran yang telah diselenggarakan sebanyak 17 kali di Riyadh. Musabaqoh Alquran ini berada dibawah bimbingan Kementerian Urusan Islam, Wakaf, Dakwah, dan Irsyad (Menteri Agama) Arab Saudi. Sehingga diadakan merata di setiap wilayah kerajaan dengan dukungan gubernur masing-masing wilayah.

Menurut Menteri Urusan Islam, Wakaf, Dakwah, dan Irsyad (Menteri Agama) Arab Saudi, Syaikh Shaleh bin Abdul Aziz bin Muhammad Alu asy-Syaikh, lomba ini bertujuan: (1) Perhatian besar Kerajaan Arab Saudi terhadap Alquran al-Karim baik menghafalkannya, membacanya dengan tajwid yang benar, dan tafsirnya, (2) Sebagai penyemangat bagi putra-putri Arab Saudi untuk menerima Kitabullah baik dalam menghafal, memahami, mengamalkan, dan mentadabburinya, (3) Membangkitkan semangat agar berlomba-lomba dalam menghafalkan Alquran dan menjaganya, dan (4) Berkontribusi mempererat hubungan umat dengan sumber kemulian mereka di dunia dan akhirat.

Komitmen Terhadap Alquran dan Sunnah dengan Pemahaman Salaf ash-Shaleh

Dalam beberapa kali kesempatan, sebelum menjadi raja, Salman bin Abdul Aziz sering menyatakan bahwa Kerajaan Arab Saudi berdiri dengan asas syariat Islam dalam undang-undang dan sikap politiknya. Kerajaan ini juga senantiasa menolong agama Allah, berkhidmat untuk dua tanah suci, dan kaum muslimin secara umum.

Beliau mengatakan bahwa dari awal berdirinya, kerajaan ini telah berbaiat untuk berpegang teguh dengan pemahaman agama Islam yang benar secara manhaj (teori) dan praktiknya. Baik dalam hukum, asas politik, dan sosial kemasyarakatan. Hal ini telah dibuktikan dalam kurun perjalanan panjang sejarah kerajaan.

Dalam sebuah risalahnya kepada Dr. Muhammad al-Hasyimi dan Dr. Abdurrahman al-Furaih, sebagai kelanjutan penjelasannya dalam kuliah umum di Universitas Islam Madinah tahun 2008, Raja Salman mengatakan, “Kerajaan Arab Saudi berdiri dengan asas al-Kitab dan as-sunnah bukan berdasar hukum-hukum kabilah atau ideologi-ideologi buatan manusia. Kerajaan ini berdiri dengan berasaskan akidah Islam sejak lebih dari 270 tahun lalu, ketika al-Imam Muhammad bin Suud dan Syaikh Muhammad bin Abdullah Wahab –rahimahumallahu- menyebarkan Islam dan menegakkan agama Allah ‘Azza wa Jalla…

…Oleh karena berpegang pada asas inilah, musuh-musuh negeri ini senantiasa menyerangnya sejak dari awal berdirinya hingga hari ini. Mereka menggunakan istilah-istilah yang menjelekkan dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab yang menyerukan kepada Islam sesuai dengan Alquran dan as-sunnah. Muncullah istilah wahabi untuk mendistorsi sejarah kerajaan ini. Lalu mereka kaitkan istilah tersebut dengan sebuah sekte (Khawarij pen.) yang muncul di Afrika Utara yang dibawa oleh Abdul Wahab bin Rustum pada abad ke-2 H atau abad ke-8 M. Kelompok ini dikenal menyimpang secara akidah dan keluar dari tuntunan sunnah Nabi kita al-Mushtofa ‘alaihi ash-shalatu wa salam. Dan Dr. Muhammad bin Sa’d asy-Syuwa’ir telah menjelaskan kekeliruan penisbatan sejarah istilah ini secara historis dalam bukunya Tash-hih Khata-i Tarikhi Haula al-Wahabiyah.

Pada tahun 1365 H/1946 di Mina, Raja Abdul Aziz telah menjelaskan kepada para pimpinan jamaah haji tentang prinsip dasar kerajaan. Raja Abdul Aziz mengatakan, “Orang-orang menyebut kami adalah wahabi, padahal sebenarnya kami adalah salafi yang menjaga agama kami dan mengikuti Kitabullah dan sunnah Rasulullah”. Itulah asas Kerajaan Arab Saudi sejak pertama kali berdiri. Yang jadi pertanyaan, bisakah orang-orang yang membaca karya-karya asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab menemukan sesuatu yang tidak sesuai dengan Kitabullah dan sunnah Nabi-Nya al-Mushthafa shallallahu ‘alaihi wa sallam? Agar tuduhan yang dilemparkan ini memang terbukti.

MELURUSKAN ISTILAH WAHABI !

Saat menjadi Gubernur Riyadh, Raja Salman bin Abdul Aziz menantang orang-orang yang menggelari Kerajaan Arab Saudi dengan sebutan wahabi. Beliau mengatakan, “Musuh-musuh dakwah (Islam) menggelari dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab dengan sebutan wahabi, padahal kami tidak mengenal yang demikian”.

Dalam sebuah press conference, Salman bin Abdul Aziz –sewaktu masih menjabat Gubernur Riyadh- berbicara di hadapan para wartawan, “Saya berbicara kepada kalian hari ini, di sebuah daerah yang menjadi tempat munculnya dakwah yang dipimpin oleh al-Imam Muhammad bin Suud dan asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab (Propinsi Dir’iyah). Apa yang mereka serukan adalah dakwah Islam yang tidak ada penyimpangan maupun ketidak-jelasan di dalamnya”. Kemudian beliau menambahkan, “Saya tantang (orang-orang yang menuduh dakwah ini menyimpang pen.) untuk menemukan satu huruf saja dari buku-buku karya asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab atau dalam risalahnya, yang menyelisihi Kitabullah atau sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam!”

Beliau menjelaskan, “Muncul dan berdirinya Kerajaan Arab Saudi dibangun oleh al-Imam Muhammad bin Suud dan dakwah asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahab. Dakwahnya adalah dakwah yang bersih (dari kesesatan), yang bersumber kepada Kitabullah dan sunnah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Tidak ada selain dari kedua hal itu”.

PANDANGANNYA TERHADAP DEMOKRASI !

Pada tahun 2010, Raja Salman pernah diwawancarai oleh Karen Elliot House, penulis buku On Saudi Arabia: Its People, Religion, Fault Lines. Raja mengatakan, “Jika Amerika bisa bersatu karena demokrasi, Arab Saudi pada dasarnya bersatu karena keluarga kerajaan”.

Sebagaimana telah disinggung dalam tulisan Raja Salman Pemersatu Arab Saudi, pengaruh kabilah kerajaan begitu diterima suku-suku atau kabilah-kabilah yang ada di Arab Saudi. Kerajaan berhasil menjadi wadah bagi setiap kabilah untuk bersama-sama mewujudkan pemerintahan yang islami.

Dalam Associated Press, House mengatakan bahwa Raja Salman juga mengatakan, “Kita tidak bisa memiliki demokrasi di Arab Saudi, jika kita melakukannya maka setiap kesukuan akan membentuk partai dan kemudian Arab Saudi akan bernasib seperti Irak yang kacau”.

Apa yang disampaikan oleh Raja Salman menunjukkan kepandaiannya dalam memberikan statement. Ia berbicara sesuai dengan tingkat pemahaman lawan bicaranya.

Dilansir Al Jazeera pada tahun 2007, Raja Salman menyampaikan statementnya di Kedutaan Amerika di Riyadh dengan mengatakan, “Kecepatan tingkat pembangunan tergantung pada faktor-faktor sosial dan budaya,… atas dasar alasan sosial –kecuali alasan agama- reformasi tidak bisa dipaksakan oleh (pemerintah Saudi) jika tidak, akan muncul reaksi negatif,… perubahan harus diperkenalkan dengan cara yang mengena dan tepat waktu. Demokrasi tidak boleh dipaksakan di Arab Saudi, karena negara ini terdiri dari suku-suku dan daerah. Jika demokrasi diberlakukan, masing-masing suku dan daerah akan memiliki partai politik”.

PIDATO PERTAMA SEBAGAI RAJA SAUDI !

Di antara kalimat yang disampaikan oleh Raja Salman bin Abdul Aziz dalam pidato pertamanya:

Raja Salman mengawali pidatonya dengan pujian kepada Alllah dan shalawat kepada Rasul-Nya, kemudian ucapan bela sungkawa kepada anggota kerajaan dan seluruh rakyat Arab Saudi atas meninggalnya Raja Abdullah. Ia mengatakan:

“Segala puji bagi Allah, yang telah berfirman, “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”. (QS. Ar-Rahman: 26-27).

Shalawat dan salam kepada Rasulullah Muhammad, kepada keluarga dan juga sahabatnya… kemudian baru beliau sampaikan ucapan belasungkawa atas wafatnya Raja Abdullah bin Abdul Aziz rahimahullah. Raja Salman memuji pendahulunya tersebut atas dedikasi yang ia berikan dalam hidupnya kepada agama, negara, rakyat, dan dunia Islam secara umum.

Beliau menyampaikan, “Kami akan melanjutkan –dengan rahmat dan pertolongan dari Allah- meniti jalan yang benar dan tidak akan pernah menyimpang darinya, yaitu melanjutkan konstitusi kami berdasarkan Alquran dan sunnah Nabi-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam”.

“Kami akan melanjutkan kebijakan negara ini, negara yang telah Allah utamakan dengan memilihnya sebagai tempat risalah (Nabi-Nya) dan kiblat (kaum muslimin), untuk meningkat persatuan dan mempertahankan negara. Dengan bimbingan dari Allah berdasarkan syariat Islam sebagai agama damai, kasih sayang, dan moderat”. Kata Raja Salman.

Ia melanjutkan, “Saya memohon kepada Allah agar senantiasa membimbing saya dalam melayani rakyat, mewujudkan harapan mereka, menjaga keamanan dan stabilitas negara kita, serta melindunginya dari kejahatan. Sesungguhnya Allah mampu melakukan yang demikian, dan tidak ada daya dan upaya kecuali dengan pertolongan-Nya”.

Penutup

Dari apa yang penulis sampaikan, kita sadar bahwa kepemimpinan yang sama persis dengan khalifah rasyid hanya akan terjadi di akhir zaman kelak, di masa Imam Mahdi. Usaha-usaha dan komitmen yang dilakukan pemerintah Arab Saudi sekarang untuk berpegang kepada Alquran dan sunnah sudah sangat kita apresiasi. Tidak ada negara di dunia ini, yang menerapkan syariat Islam lebih dari apa yang mereka lakukan. Sampai salah seorang polisi syariah di Arab Saudi pun tidak merasa betah dan jengah ketika berada di salah satu negeri Teluk luar Arab Saudi, karena ia menyaksikan pemandangan mall dan pasar-pasar yang masih penuh saat memasuki waktu shalat. Itu perbandingan negeri Teluk di luar Arab Saudi, bagaimana dengan selain negara-negara Arab di luar Teluk yang lebih bebas? Bagaimana lagi dengan selain negara-negara Arab, seperti di negara kita?

Semoga Allah tetap menjaga kerajaan ini dan meningkatkan peranannya untuk Islam dan kaum muslimin. Dan semoga Allah memperbaiki negara kita, memberi taufik kepada pemimpin-pemimpin dan rakyat-rakyatnya.

(Semoga Bermanfaat ! Baarakallahufiykum)

Ditulis oleh: Andri Maadsa Dua link artikel asli

Kronologis Lengkap Kasus Cicak vs Buaya

Setelah melakukan penggalian, akhirnya saya menemukan beberapa petunjuk terkait kasus Cicak vs Buaya dari dulu sampai sekarang,

  1. 16 Juli 2008 - Yusuf Erwin Faisal, mantan ketua Komisi IV DPR, ditahan KPK karena diduga menerima uang suap alih fungsi lahan untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Api-api, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
  2. 9 Juli 2008: KPK menggeledah ruang kerja Yusuf di gedung PT Masaro Radiokom di Jalan Talang Betutu 11-A, Jakarta Pusat. Sebanyak sembilan dus dokumen disita.
  3. 30 Juli 2008:  Setelah penggeledahan tersebut, KPK menemukan kasus baru, yakni dugaan korupsi pengadaan alat Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan yang melibatkan Yusuf dan Direktur PT Masaro Anggoro Widjojo.
  4. 15 Agustus 2008: KPK menggeledah kantor Departemen Kehutanan, termasuk ruang Setjen Dephut.
  5. 13 Oktober 2008: Wakil Ketua Komisi IV DPR Suswono, setelah diperiksa oleh KPK, mengatakan proyek SKRT senilai Rp 730 miliar dengan Motorola harus dinegosiasikan ulang.
  6. 14 Oktober 2008: Anggota Komisi Kehutanan DPR Tamsil Linrung, menyerahkan dokumen ke KPK berisi dugaan korupsi kasus SKRT pada 2007 senilai Rp 180 miliar dan laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2007 tentang pembelian alat komunikasi fiktif Rp 13 miliar.
  7. 20 Oktober 2008: Menteri Kehutanan M.S. Kaban diperiksa KPK terkait dengan kasus suap yang melibatkan anggota Komisi Kehutanan DPR Periode 1999-2004.
  8. 7 April 2009: Kabareskrim Polri Susno Duadji mengirim surat ke Direksi Bank Century tentang hasil klarifikasi uang milik PT Lancar Sampoerna Bestari (perusahaan milik Boedi Sampoerna) di bank tersebut.
  9. 4 Mei 2009: Antasari Azhar ditahan di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.
  10. 16 Mei 2009: Antasari dari balik penjara mmembuat testimoni bahwa Pimpinan KPK menerima suap sebesar Rp 6,7 miliar dan dia juga mengaku menemui Anggoro Widjojo di Singapura pada 10 Oktober 2008.
  11. 24 Juni 2009 - Anggoro Widjojo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan pengadaan alat SKRT. Diduga bahwa Anggor mendapatkan tender proyek pengadaaan alat SKRT tahun 2006-2007 di Departemen Kehutanan sebesar Rp 180 miliar setelah menyuap Yusuf sebanyak 60.000 dollar Singapura dan Rp 75 juta.
  12. 30 Juni 2009 - Susno merasa bahwa KPK menyadap teleponnya terkait dengan Kasus Century.
  13. 2 Juli 2009 - Wakil ketua KPK Bibit Samad Rianto memastikan bahwa KPK hanya menyadap pihak yang disangka melakukan korupsi.
  14. 2 Juli 2009 – Istilah “Cicak dengan Buaya” diucapkan pertama oleh Susno Duadji yang saat itu menjadi Kabareskrim POLRI dalam sebuah wawancara dengan media massa. Saat itu muncul reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat yang menghujat POLRI.
  15. 10 Juli-3 November 2009 – Susno Duadji mengaku pernah menemui tersangka kasus korupsi Anggoro Widjojo di Singapura. Mahkamah Konstitusi memperdengarkan percakapan antara Anggodo Widjojo dan Anggoro Widjojo dalam sebuah persidangan. Dalam percakapan tersebut terdengar nama Susno Duadji disebut-sebut.
  16. 4 November 2009 – Presiden SBY membentuk tim 8 untuk menyelesaikan kasus ‘Cicak vs Buaya’. Ketua tim 8 yaitu advokat senior Adnan Buyung Nasution mendesak Kapolri untuk menonaktifkan Susno Duadji.
  17. 5 November 2009 – Susno Duadji mundur dari jabatan sebagai Kabareskrim Mabes Polri.
  18. 24 November 2009  – Kapolri tidak menanggapi mengunduran diri Susno, tetapi langsung mencopot Susno dari jabatannya sebagai Kabareskrim Mabes Polri dan menggantikannya dengan Irjen Ito Sumardi.
  19. 7 Januari 2010 – Susno Duadji menjadi saksi kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang didakwakan pada mantan Ketua KPK Antasari Azhar.
  20. 15 Maret 2010 – Susno Duadji membeberkan adanya dugaan makelar kasus di tubuh Polri yang melibatkan sejumlah petinggi Polri dan juga melibatkan pegawai Ditjen Pajak Gayus Tambunan. Nyanyian ini membongkar kasus korupsi Mafia Pajak yang dilakukan oleh Gayus Tambunan yang merugikan negara puluhan miliar rupiah.
  21. 18-19 Maret 2010 - Polri memanggil Susno untuk datang dan melakukan klarifikasi. Namun, karena Susno tidak hadir, maka Polri memidanakan Susno dengan tuduhan pencemaran nama baik.
  22. 23 Maret 2010 – Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang Susno Duadji mengumumkan Susno Duadji sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi.
  23. 12 April 2010 – Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Susno pun dicekal ke luar negeri. Di saat Susno hendak pergi ke Singapuran tanpa izin, Susno ditangkap oleh Polri di Terminal II pint D1 Bandara Soekarno Hatta.
  24. 13 April 2010 – Susno menyebut Sjahril Djohan sebagai Mr X biangnya makelar kasus di tubuh Polri. Syahril juga dituduh telah merekayasa kasus PT Salmah Arwana Lestari dari perdata menjadi pidana hingga akhirnya menjerat dirinya.
  25. 20 April 2010 – Susno diperiksa selama 7 jam dalam kasus korupsi dan pencucian uang yang dilakukan mantan pegawai pajak Gayus H Tambunan. Ini adalah pemeriksaan Susno yang pertama kali.
  26. 5 Mei 2010 – Kompol Arafat dalam sidang Kode Etik terkait kelalaiannya dalam memeriksa Gayus Tambunan membeberkan beberapa kecurangan yang telah dilakukan Susno Duadji terkait penanganan sejumlah kasus.
  27. 29 September 2010 – Sidang perdana Susno digelar di PN Jakarta Selatan dengan dakwaan menerima suap untuk memperlancar kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan pemotongan dana pengamanan Pilgub Jawa Barat.
  28. 24 Maret 2011 – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis atas perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan kasus korupsi dana pengamanan Pilgub Jabar 2008 kepada Susno dengan penjara selama 3,5 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta. Susno juga dituntut membayar uang pengganti Rp 4 miliar atau 1 tahun hukuman penjara. Dalam kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL), Susno dijatuhi hukuman sesuai dakwaan kelima yaitu Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam perkara korupsi dana pengamanan Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2008, Susno terbukti melanggar Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Susno pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
  29. 11 November 2011- Banding Susno ditolak PT DKI Jakarta
  30. 22 November 2012- Mahkamah Agung (MA) juga menolak kasasi Susno.
  31. 17 April 2013 – Jaksa Agung Basrief Arief menyebut Susno Duadji segera dieksekusi setelah jaksa menerima salinan putusan dari MA.
  32. 24 April 2013 – Jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI yang dibantu Kejati Jabar dan Kejari Bandung mencoba mengeksekusi Susno dari rumahnya di Dago Pakar, Bandung. Ketegangan dengan pengawal Susno tak terelakkan. Hingga berita ini diturunkan, upaya eksekusi terhadap Susno belum berhasil.
  33. 2 Mei 2013 – Kediaman Susno Duadji berhasil dieksekusi oleh petugas dari Kejaksaan Agung dan dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Cibinong.
  34. 9 Januari 2015 - Terbitnya surat bernomor R-01/Pres/01/2015 tertanggal 9 Januari 2015. Perihal: pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Presiden menetapkan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai Calon Kapolri Tunggal.
  35. 13 Januari 2015 – KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus penerimaan suap dan transaksi mencurigakan saat beliau menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir di Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lain di Mabes Polri. Di malam harinya politisi PDIP dan KIH berkumpul di Rumah Megawati Soekarno Putri di Jalan Teuku Umar untuk melakukan konsolidasi.
  36. 15 Januari 2015 – Sugianto, seorang calon bupati Kota Waringin Barat melaporkan (Nomor Laporan LP/67/I/2015) Bambang Widjajanto ke Bareskrim Mabes Polri dengan kasus pemberian keterangan palsu pada sidang sengketa pemilu di mahkamah konstitusi pada tahun 2010.
  37. 19 Januari 2015 – Polri mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka.
  38. 21 Januari 2015 –  Serah terima jabatan  Kapolri Jenderal Sutarman kepada Wakapolri Komjen Badrodin Haiti yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas Kapolri. Serah terima dilakukan di Ruang Rupatama, Kompleks Mabes Polri, Jakarta.
  39. 22 Januari 2015 – Hasto (Plt Sekjen PDIP) melalui sebuah konferensi pers mengungkapkan bahwa Abraham Samad sakit hati kepada Budi Gunawan karena gagal menjadi capres Joko Widodo. Diungkapkan pula bahwa Abraham Samad setidaknya 6x bertemu dengan petinggi PDIP.
  40. 23 januari 2015 – Salah satu komisioner pimpinan KPK yaitu Bambang Widjajanto ditangkap oleh Bareskrim Mabes Polri saat sedang mengantarkan anaknya ke sekolah. BW telah ditetapkan oleh tersangka terkait laporan pada tanggal 15 Januari 2015.
  41. 24 Januari 2015 – Pada pukul 01.05 WIB, BW dibebaskan bersyarat oleh Polri. Siang harinya, Adnan Pandu Praja dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Mukhlis Ramlan terkait kepemilikan saham secara ilegal pada PT Desy Timber. Pada hari yang sama Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Tedjo Edhy Purdijiatno dalam sebuah wawancara di Istana Negara memberikan pernyataan sebagai berikut, “Enggak boleh begitu itu. Itu suatu pernyataan, sikap, yang kekanak-kanakan. Berdiri sendiri, kuat dia. Dia akan didukung, konstitusi mendukung, bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu. Konstitusi yang mendukung,” Pernyataan ini membuat ramai dunia maya.
  42. 25 Januari 2015 - Presiden Jokowi membentuk tim 11 untuk menyelesaikan perseteruan antara KPK dan Polri.

sumber: diolah dari berbagai sumber.

Perjalanan Ke Karangkobar: Mengesankan (1)

Perjalanan saya ke Karangkobar cukup menyenangkan, selain karena saya memang belum pernah ke sana tetapi juga karena saya bersama dengan tim dari Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BSMI DIY). Persiapan untuk melakukan perjalanan ini sendiri sebenarnya tidak lama, setelah saya ingat-ingat dari pertemuan pertama sampai hari H kami hanya melakukan persiapan selama kurang lebih 3 pekan.

Perjalanan ini awalnya adalah sebuah wacana dari teman-teman di grup Whatsapp BSMI DIY dimana ada beberapa anggota dari Bidang Tanggap Bencana (Tagben) dan Bidang Pelayanan Medik (Yanmed) ingin ikut membantu personel BSMI Jawa Tengah yang sedang dilanda musibah tanah longsor di Banjarnegara (Saat itu kami bahkan belum tahu kejadian itu ada di Desa dan Dusun apa). Selain itu ada pula anggota dari Bidang Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR) yang ingin melaksanakan penggalangan dana. Entah kenapa saat itu semua wacana tersebut menghilang, pada akhirnya hanya ketua kami yaitu dr. Bambang Edi, Sp.A dan Nazir (Anggota Tagben) yang berangkat ke sana. Itu pun ketika kami konfirmasi, mereka hanya di sana selama 1 hari saja. Nah, karena Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) sedang tidak ada kerjaan, maka saya beranikan diri untuk mengusulkan bahwa lebih baik BSMI menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan bersama saja. Jadilah kegiatan ini dikomandoi oleh PM namun bersama dengan bidang-bidang yang lain.

Dalam perjalanannya rapat-rapat kami selalu sepi (tidak lebih dari 10 orang yang hadir), bahkan rapat yang dibersamai Pak Ketua hanya dihadiri 4 orang saja, namun saya tetap optimis walaupun saya bingung juga bagaimana meyakinkan rekan-rekan bidang yang lain. Untungnya anggota PM meskipun sedikit mereka tetap optimis dan bersedia ketika diminta datang rapat, bahkan menawarkan untuk membantu namun karena saya merasa sudah cukup, terpaksa beberapa tawaran saya tolak secara halus. Singkat cerita, 2 pekan penggalangan dana ternyata tidak memberikan hasil yang menggembirakan, namun dengan bantuan dari Pak Ketua dan salah satu anggota PM akhirnya kami tetap berangkat ke Banjarnegara.

Persiapan di hari H tidak kalah ribetnya, banyak sekali hal yang tidak terprediksi, H-12 jam tim baru saya kumpulkan untuk membahas persiapan di hari H. Saat itu begitu banyak barang yang harus dibeli dan begitu banyak program yang harus dipersiapkan, kami bahkan belum mencari kendaraan untuk berangkat ke lokasi. Di saat yang sama saya terus mengontak Pak Adi Bijantara dan Pak Slamet yang merupakan perwakilan BSMI Jawa Tengah di sana. Dengan kebulatan tekad dan penuh perjuangan, akhirnya kami berhasil menyelesaikan persiapan dengan baik dan siap untuk berangkat.

Baru beberapa ratus meter dari lokasi kami berangkat, terdapat musibah yang menimpa kami. Musibah itu berawal ketika kami merasa bahwa ada pintu yang belum tertutup. Setelah dilakukan pengecekan ternyata tidak ada pintu yang belum kencang, baru saja kami akan berangkat tiba-tiba saja sebuah mobil menabrak kendaraan kami.  Tentu saja kami kaget, dengan cepat kami putuskan untuk mencatat nomor polisi mobil tersebut dan sang sopir langsung turun dan berbincang dengan penabrak kami. Setelah itu kami berpikir apa yang harus kami lakukan (Bersambung)

Our Blog’s 2014 Review

The WordPress.com stats helper monkeys prepared a 2014 annual report for this blog.

Here’s an excerpt:

A San Francisco cable car holds 60 people. This blog was viewed about 330 times in 2014. If it were a cable car, it would take about 6 trips to carry that many people.

Click here to see the complete report.

Kultwit @PartaiSocmed: Klarifikasi terhadap Fitnah

    • Partai Social Media @PartaiSocmed 28/Dec/2014 04:12:57 PM UTC

      1. Ada banyak yg salah paham dgn sikap kami perihal Jokowi. Mungkin ini saatnya memberi klarifikasi
      2. Sebelum pemilu #99Movement sudah ada dan anggotanya terdiri dari banyak orang dgn pilihan politik yg berbeda2
      3. Saat menjelang pemilu pilihan mengerucut pada Jokowi dan Prabowo. Hal serupa terjadi pula di internal #99Movement
      4. Kami sendiri membebaskan teman2 #99Movement utk menentukan pilihannya masing2. Tak ada paksaan untuk menyeragamkan pilihan
      5. Bahkan ada beberapa teman2 admin koordinator wilayah yg memilih mendukung Prabowo. Tidak masalah, di #99Movement perbedaan itu biasa
      6. Dan dukungan kami berikan secara total. Mulai dari membentuk gugus2 relawan di berbagai daerah hingga perang di social media
      7. Awalnya kami berharap kampanye berjalan secara elok dgn menjunjung etika berdemokrasi. Namun harapan tsb tidak terjadi
      8. Sejak hari pertama kampanye Prabowo sudah melancarkan tuduhan2 sengit dan agitatif
      9. Demikian juga di social media. Fitnah dari akun2 pendukung kubu Prabowo-Hatta mengalir bak air bah. Deras dan bergelombang
      10. Sementara pada awal2 kampanye yg dilakukan relawan hanyalah sibuk menyampaikan berita2 positif tentang Jokowi saja
      11. Sebagian malah ada yg lebih sibuk posting foto selfie relawan dgn Jokowi. Sementara serangan bertubi2 diproduksi hampir setiap hari
      12. Alhasil yg terjadi adalah, satu pihak menyerang dgn sekuat tenaga sementara pihak lainnya sibuk selfie
      13. Dampaknya langsung terasa, perlahan tapi pasti elektabilitas Jokowi tergerus. Sementara elektabilitas Prabowo meningkat secara signifikan
      14. Melihat hal tsb kami sejak awal sudah sampaikan pada teman2 pimpinan relawan lain untuk secepatnya mengubah strategi
      15. Namun rupanya tidak ada sense of crisis di kalangan relawan. Mereka terlalu mengandalkan popularitas Jokowi
      16. Meski begitu kami tetap berusaha memegang teguh prinsip untuk menyampaikan sesuai fakta yg ada. Tak boleh ada fitnah dlm serangan2 kami
      17. Meski memposisikan diri sebagai kekuatan offensive nyatanya kami juga disibukkan oleh kegiatan defensive
        Serangan2 dari akun2 spt TM2000 dll tidak mendapat perlawanan berarti dr relawan Jokowi.
      18. Maka kami putuskan nyambi sebagai akun defensive. Masih tersimpan kultwit2 klarifikasi kami atas fitnah2 dari berbagai pihak terhadap Jokowi
      19. Intinya kami dan teman2 melakukan segalanya demi kemenangan Jokowi. Tujuan kami hanya itu, tak ada yg lain
      20. Dan dalam melakukan aktifitas kerelawanan tsb kami tidak menganggapnya sebagai tugas. Tetapi sebagai panggilan
      21. Mengapa bukan tugas? Karena kami memang tidak bekerja dan dibayar untuk itu. Ini hanya panggilan jiwa saja
      22. Jadi kami menganggap dukungan kami kepada Jokowi sebagai hadiah kepada bangsa ini
      23. Dan ketika akhirnya Jokowi menang, maka apa yg kami perjuangkan sudah mendapatkan hasil sesuai harapan.
      24. Sekali lagi, dukungan kami sifatnya adalah hadiah atau pemberian dari pihak kami. Bukan tugas.
      25. Jadi setelah Jokowi menang maka kami tidak merasa berkewajiban untuk mendukung secara terus menerus dan membabi buta
      26. Sejak hari pertama kemenangan Jokowi kami mulai mengambil sikap mengawal secara kritis
      27. Mengapa demikian? Karena kami ingin memastikan “hadiah” pemberian kami digunakan secara benar. Tidak disalah gunakan
      28. Jadi adalah salah kaprah bagi pihak2 yg memfitnah kami macam2 karena bersikap kritis terhadap Jokowi
        Apalagi sampai ada yg menuduh berkhianat. Ini sungguh sesat pikir. Sejak kapan ada kontrak relawan harus mendukung membabi buta?
      29. Sejak kapan kami menerima sesuatu dari Jokowi atau orang2 sekitarnya? Justru sebaliknya kami memberi hadiah secara ikhlas pd beliau
      30. Kami menganggap apa yg kami lakukan adalah “hadiah”, oleh karenanya tidaklah pantas kami harus kehilangan kemerdekaan karenanya
      31. Dan yg terutama kami tetap ingin berusaha bersikap obyektif. Kami tak mau kehilangan itu hanya karena pernah mendukung pemenangan Jokowi
      32. Jika ada yg menuduh kami berkhianat hanya karena pernah jadi relawan maka lebih baik jangan sebut kami relawan. Gak penting juga
      33. Kami tetap ingin bersikap adil. Kami akan dukung jika program2 Jokowi bagus dan kami akan kritik jika menurut kami salah
      34. Tak ada hubungannya lagi dengan urusan dukung mendukung. Jokowi sudah jadi presiden untuk seluruh rakyat Indonesia
      35. Kami berharap teman2 lain bersikap serupa. Urusan dukung mendukung sudah berakhir sejak pemenang pilpres ditentukan
      36. Tak perlu takut dituduh pengkhianat atau apapun. Kita tidak punya hutang budi, justru kita yg telah memberi dgn ikhlas
      37. Ini bukan lagi tentang siapa yg akan jadi presiden. Tapi ini tentang apa yg akan dilakukan presiden yg telah terpilih untuk rakyatnya
      38. Mari kita kawal Jokowi secara benar. Jangan memuja berlebihan, jangan pula membenci membabi buta
      39. Pilpres hanya sehari, janganlah jadi gila selama 5 tahun karenanya
      40. Sekian kultwit kami. Semoga mencerahkan dan menambah wawasan kita semua. Terimakasih

Disdikpora Menghimbau Siswa SMA dan SMK se-Boyolali untuk NONTON LIVE INBOX???

Kapitalisasi pendidikan, sebuah isu yang jarang muncul di permukaan. Sebuah keadaan dimana kapital yang dahulu dijauhkan dari dunia pendidikan, sekarang diperbolehkan masuk, bahkan diperkuat dengan adanya surat edaran dari Disdikpora.

Disdikpora Boyolali menyarankan anak-anak untuk nonton inbox bareng,

Disdikpora Boyolali menyarankan anak-anak untuk nonton inbox bareng,

Belakangan ini beredar sebuah kabar yang cukup menggemparkan sosial media di Indonesia. Sebuah surat yang berasal dari Disdikpora dikirimkan ke SMA dan SMK di Boyolali yang isinya merupakan himbauan bagi para pelajar untuk menonton live acara INBOX yang akan diselenggarakan di Alun-Alun Boyolali (Dakwatuna.com, Merdeka.com, id.berita.yahoo.com).

Screenshot berita yang ditampilkan pada laman yahoo.com

Screenshot berita yang ditampilkan pada laman yahoo.com.

Bagi sebagian orang mungkin hal ini tidak masalah. Namun, sebagian yang lain (termasuk saya) merasa bahwa ini adalah sebuah masalah besar yang menunjukkan sebuah proses degradasi moral dari para pamong dinas pendidikan dalam melihat anak didiknya sendiri. Di surat itu jelas tertulis bahwa Disdikpora “menginformasikan” kepada seluruh kepala sekolah SMA dan SMK se-Boyolali bahwa mereka diharapkan “mengerahkan” siswanya untuk “memeriahkan” beberapa acara (Inbox “I Like Dangdut”) yang akan disiarkan secara live oleh sebuah stasiun televisi ibukota.

Mari kita coba telaah beberapa kata tersebut sesuai dengan KBBI.

  1. menginformasikan /meng·in·for·ma·si·kan/ v memberikan informasi; menerang-kan; memberitahukan
  2. informasi /in·for·ma·si/ n 1 penerangan; 2 pemberitahuan; kabar atau berita tt sesuatu; 3 Ling keseluruhan makna yg menunjang amanat yg terlihat dl bagian-bagian amanat itu;
  3. mengerahkan /me·nge·rah·kan/ v 1 mengumpulkan atau menghimpun orang secara bersama-sama untuk mengerjakan sesuatu: Pak Lurah ~ semua penduduk untuk memperbaiki bendungan yg rusak; 2 menghimpun (tentara dsb) dan mengajak bergerak; memobilisasikan: negara itu telah ~ angkatan perangnya; 3 menghimpun (tenaga dsb) untuk suatu tujuan: pemerintah ~ segenap tenaga rakyat untuk menyelesaikan rencana pembangunan;
  4. kerah 1 /ke·rah / n rodi;
  5. riah /ri·ah/, meriah /me·ri·ah/ a 1 ramai yg bersifat suka ria: perarakan yg ~ itu menuju istana; 2 dng upacara (kebesaran, kemuliaan, dsb): hari ulang tahunnya dirayakan dng ~

Mari kita coba jelaskan kembali beberapa kata dalam surat tersebut sesuai dengan apa yang tertulis dalam KBBI.

Disdikpora memberikan informasi kepada kepala sekolah SMA dan SMK se-Boyolali bahwa mereka diharapkan menghimpun siswa untuk membuat ramai yang bersifat suka ria beberapa acara yang akan disiarkan secara live oleh sebuah stasiun televisi ibukota

Dari pembuatan ulang kalimat tersebut, dapat terlihat sebuah susunan yang lebih umum dari kata-kata yang tersirat dari balik surat Kadisdikpora tersebut. Beliau bukan ingin agar siswa mendapatkan hiburan, tetapi ingin agar siswa membuat ramai sebuah acara yang telah di-set oleh stasiun televisi tersebut.

Bagi saya hal ini adalah sebuah penyalahgunaan, karena secara teknis siswa tidak terikat dengan perintah dari Kadisdikpora. Akan tetapi beliau mengakali hal tersebut dengan memberikan surat kepada para kepala sekolah se-Boyolali untuk mengerahkan siswanya. Bisa saja beliau mengatakan bahwa itu hanya himbauan, tapi ingat bahwa arti kata imbau menurut KBBI adalah:

imbau /im·bau/ Mk v, mengimbau /meng·im·bau/ v 1 memanggil; menyebut nama orang; 2 meminta (menyerukan) dng sungguh-sungguh; mengajak: pemerintah ~ masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan;

Dapat terlihat bahwa Kadisdikpora meminta dengan sungguh-sungguh atau mengajak yang posisinya disetarakan dengan himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan.

Saya tidak berniat menghakimi, tetapi yang patut kita sadari, bahwa surat itu menunjukkan bahwa disdikpora tidak memahami hakekat dari disdikpora itu sendiri. Disdikpora atau Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga adalah pamong yang bertugas untuk mengayomi sekolah, guru, dan siswa agar dapat menjalankan kegiatannya dengan baik dan sempurna. Namun, munculnya surat itu memperlihatkan bahwa Disdikpora melihat siswa tak ubahnya hanya sekedar komoditas, yang dapat digunakan untuk kepentingan apapun.

Semoga saja Disdikpora bisa melihat bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, alangkah baiknya bila poin kedua di surat tersebut tidak perlu ada. Jika ingin menginformasikan, cukup mengirimkan surat yang memberitahukan tentang adanya agenda tersebut, bukan meminta kepala sekolah untuk mengerahkan siswanya.

Ingat, siswa bukan komoditas, tetapi adalah para calon penerus bangsa yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.