Home » Berita » Petisi untuk Pemeriksaan Sang Hangabehi

Petisi untuk Pemeriksaan Sang Hangabehi

Seperti yang kita tahu, pada bulan Juli 2014, seorang siswi SMK di Kota Surakarta melaporkan dugaan pemerkosaan yang dilakukan oleh Raja Keraton Surakarta Pakubuwono XIII Hangabehi. Korban yang bernama AT (15) merupakan anak seorang tukang becak yang miskin. Perkosaan tersebut diduga menghasilkan seorang anak yang saat ini tengah dikandung oleh korban. Sampai sekarang belum ada perkembangan berarti dari kasus tersebut.

Bagi rekan-rekan yang belum tahu, berikut saya sampaikan kronologis kasusnya berdasarkan penelusuran beberapa media,

  1. Pada Bulan Maret 2014, AT menunggak uang SPP sekolahnya selama 3 bulan. AT kemudian mengadukan masalahnya kepada YSF (YSF merupakan teman SMP AT) dan minta dicarikan pekerjaan.
  2. YSF bersama AT kemudian bermotor menemui WT yang telah menunggu di Tugu Lilin. WT inilah yang kemudian menghubungi Sinuhun dan memberitahu AT untuk berpura-pura memakai nama “Putri” serta menuruti apapun perkataan Sinuhun.
  3. Mobil putih menghampiri mereka dan AT disuruh untuk masuk ke dalam.
  4. Di dalam mobil telah menunggu seorang pria berusia sekitar 60 tahun yang diduga merupakan Raja Solo.
  5. AT diberikan permen dan tidak sadarkan diri.
  6. AT kemudian dibangunkan oleh pria tersebut di kamar hotel (Hotel tersebut diduga berada di daerah Sukoharjo, Jawa Tengah) dalam keadaan telanjang. Pria tersebut sempat memotret AT.
  7. Pria tersebut kemudian memberikan AT uang sebesar 2 juta rupiah dan mengantarkannya pulang.
  8. AT menyerahkan uang tersebut kepada WT kemudian AT diberi uang sebesar 700 ribu rupiah.
  9. Pada 21 Juli 2014, AT melaporkan Sinuhun ke Polres Solo dengan tuduhan telah melakukan pemerkosaan.

Sampai hari ini baru WT yang telah ditangkap oleh Polisi pada tanggal 21 Agustus 2014 dengan tuduhan menjadi perantara dari AT  ke Raja Solo. Oleh karena itulah sekelompok orang yang dimotori oleh Ninin Damayanti membuat petisi yang ditujukan kepada Kepala Kepolisian Republik Indonesia Jenderal Pol. Sutarman. Semoga ke depannya dapat jelas terbukti siapa yang benar dan siapa yang salah sehingga kebenaran bisa segera ditegakkan.

Sumber: blog naga ketjil , viva news, tempo, okezone, liputan 6, dan tribunnews.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s