Home » Berita » Bank Mutiara, Riwayatmu Kini

Bank Mutiara, Riwayatmu Kini

Info menarik: Click Here!

Bank Mutiara merupakan salah satu bank yang cukup populer di Indonesia. Kepopuleran Bank Mutiara bukan dikarenakan prestasi-prestasi positifnya, tetapi lebih pada isu-isu yang banyak menghiasi perjalanan bank ini. Bank Mutiara dahulu bernama Bank Century yang kemudian disuntik dana oleh pemerintah sebesar 8,1 triliun rupiah untuk menyelamatkan bank ini selama krisis keuangan global pada tahun 2008. Pada bulan November 2008, Bank Mutiara ditempatkan di bawah pengawasan Bank Indonesia untuk kemudian dikendalikan oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) sejak 21 November 2008 setelah keluarnya keputusan dari Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Pada tahun ini berdasarkan UU LPS, Bank Mutiara harus dijual. Hal ini dikarenakan dalam UU tersebut dijelaskan bahwa Bank yang berada dibawah tanggungan LPS harus selesai penjualannya dalam waktu 6 tahun (1).

Proses dari penjualan Bank Mutiara cukup berliku. Pada tahap pertama dilakukan penawaran pada tanggal 5-9 Juni 2014, di fase ini terdapat 10 penawar, empat diantaranya merupakan investor lokal dan enam diantaranya merupakan investor asing. Investor asing tersebut berasal dari Jepang, Malaysia, Singapura,dan Hongkong (2). Investor tersebut bukan penawar perorangan, tetapi berasal dari perbankan, lembaga keuangan, dan dari konsorsium. Setelah itu dilakukan seleksi sehingga pada akhirnya hanya 6 penawar yang bisa bertahan hingga akhir yang terdiri dari tiga bank, dua lembaga keuangan, dan satu konsorsium. Singkat cerita, LPS akhirnya memilih penawar dari Jepang, yaitu J Trust Co, Ltd sebagai pemenang setelah mampu meyakinkan dalam beberapa kriteria, yaitu , harga penawaran yang baik, persyaratan jual-beli yang baik, tidak memberatkan LPS, dan memiliki rencana bisnis yang memadai terkait pengembangan Bank Mutiara. Setelah dipilih oleh LPS, maka J Trust harus menjalani fit and proper test yang dilakukan oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang akhirnya menyatakan bahwa J Trust telah layak dan sesuai.

Harga penjualan dari Bank Mutiara ini sebesar 4,1 Triliun rupiah, ini artinya jauh dari dana awal yang harus dikeluarkan pemerintah untuk menalangi bank ini saat krisis dahulu. Ada banyak pihak yang menyatakan kecewa dengan hasil penjualan ini, namun tidak sedikit pula yang memaklumi hal ini. Tokoh-tokoh yang bergabung dalam Tim Pengawas Centry yang diwakili oleh Fahri hamzah mengatakan kekecewaannya dikarenakan hal ini bisa menyulitkan pengawasan terhadap Bank Century, tetapi beliau juga menyatakan maklum (3). Sedangkan Faisal Basri, memaklumi hal ini dikarenakan Bank Mutiara kurang menarik minat bank-bank lokal sehingga mereka tidak mengeluarkan tawaran yang cukup bagi Bank Mutiara. Akan tetapi kita tidak usah begitu khawatir, dikarenakan KPK telah mengawasi penjualan bank ini sehingga jika ada penyimpangan semuanya dapat segera di usut (3).

____________

  1. Firdaus Jaelani, dalam sebuah artikel di Vivanews.com
  2. Artikel dari Tempo.com
  3. Artikel dalam Vivanews.com

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s