Home » Berita » Masyarakat Ekonomi ASEAN, Sebuah Ancaman yang Menggiurkan

Masyarakat Ekonomi ASEAN, Sebuah Ancaman yang Menggiurkan

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan sebuah kesepakatan yang ditanda tangani oleh sepuluh kepala negeri ASEAN pada bulan November 2007 di Singapura. Penandatanganan dari MEA membuka kesempatan bagi perdagangan jasa dan barang lintas negara dengan birokrasi yang lebih sederhana dan lebih murah.

Prosedur sederhana tersebut meliputi pemeriksaan bea dan cukai yang lebih mudah, sistem sertifikasi mandiri, dan  harmonisasi standar produk (1). Salah satu imbas dari penyederhanaan tersebut adalah dihapusnya biaya impor di ebih dari 98,86% komoditas yang diperdagangkan oleh negara-negara di ASEAN (2). Hal ini memberikan dampak positif berupa makin terjangkaunya harga barang-barang impor di beberapa negara ASEAN.

MEA sendiri dibuat dengan tujuan untuk membuat pasar ASEAN menjadi lebih besar sehingga pada gilirannya akan mampu menghadapi perkembangan dari China (atau di Indonesia sekarang diubah menjadi Tiongkok) dan India. Perkembangan kedua negara tersebut sudah sangat pesat, sehingga mampu menarik modal asing dalam jumlah besar yang berinvestasi di sana. Oleh karena itu negara-negara ASEAN bersatu untuk memperbesar pasar sehingga mampu menarik investor asing untuk dapat berinvestasi di Indonesia.

Respon dari negara-negara asing sangatlah beragam terkait dengan MEA. Dalam sebuah kesempatan, Presiden Jokowi berkata bahwa negara-negara asing takut dengan adanya MEA sehingga dia berkeyakinan bahwa Indonesia sebenarnya mampu mengambil kesempatan ini dengan baik (3). Pendapat ini semakin diperkuat dengan riset terbaru yang dikeluarkan oleh International Labor Organization (ILO) yang menyebutkan bahwa adanya MEA akan mampu meningkatkan kesejahteraan bagi lebih dari 600 juta warga ASEAN (4). Hal ini tentu cukup melegakan, namun tentu menyimpan tanda tanya besar, apakah Indonesia hanya akan menjadi penonton dengan menyediakan pasar yang besar? atau dapat menjadi pemain yang memanfaatkan keunggulannya dengan baik?

Indonesia memiliki pasar yang paling besar bila dibandingkan dengan negara-negara ASEAN lain. Menurut Dirjen Kejasama ASEAN, Indonesia memiliki pasar sebesar 250 juta orang atau sekitar 40% dari total pasar ASEAN yang berjumlah sekitar 625 juta orang (5).

Indonesia sebagai sebuah negara besar memiliki banyak sekali masalah yang harus diselesaikan. MEA merupakan salah satu hal yang menambah jumlah permasalahan di Indonesia. Saat ini Indonesia masih belum selesai dengan peningkatan kualitas produk dalam negeri dan perubahan paradigma berpikir tentang kualitas produk lokal. Hal ini tentu akan membahayakan di saat Indonesia memiliki pasar terbesar, sudah barang tentu Indonesia akan menjadi target pasar dari berbagai perusahaan asing yang ingin menancapkan taringnya. MEA sendiri bukan hanya melulu soal perdagangan barang tetapi juga perdagangan jasa yang menyebabkan para pekerja profesional Indonesia juga terancam.

Jika dilihat dari sisi lain MEA juga merupakan sebuah harapan, karena di tengah gejolak ekonomi yang kurang sehat, bertambahnya pasar mungkin akan dapat kembali menggairahkan perekonomian Indonesia.

    Referensi

  1. http://www.marketing.co.id/apa-itu-masyarakat-ekonomi-asean-mea/
  2. http://fokus.news.viva.co.id/news/read/507644-ini-jurus-capres-cawapres-hadapi-masyarakat-ekonomi-asean
  3. http://nasional.news.viva.co.id/news/read/570397-presiden–semua-negara-takut-hadapi-masyarakat-ekonomi-asean
  4. http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/08/140826_pasar_tenaga_kerja_aec
  5. http://nasional.kontan.co.id/news/saat-mea-pengusaha-ri-punya-pasar-625-juta-orang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s