Home » Berita » Disdikpora Menghimbau Siswa SMA dan SMK se-Boyolali untuk NONTON LIVE INBOX???

Disdikpora Menghimbau Siswa SMA dan SMK se-Boyolali untuk NONTON LIVE INBOX???

Kapitalisasi pendidikan, sebuah isu yang jarang muncul di permukaan. Sebuah keadaan dimana kapital yang dahulu dijauhkan dari dunia pendidikan, sekarang diperbolehkan masuk, bahkan diperkuat dengan adanya surat edaran dari Disdikpora.

Disdikpora Boyolali menyarankan anak-anak untuk nonton inbox bareng,

Disdikpora Boyolali menyarankan anak-anak untuk nonton inbox bareng,

Belakangan ini beredar sebuah kabar yang cukup menggemparkan sosial media di Indonesia. Sebuah surat yang berasal dari Disdikpora dikirimkan ke SMA dan SMK di Boyolali yang isinya merupakan himbauan bagi para pelajar untuk menonton live acara INBOX yang akan diselenggarakan di Alun-Alun Boyolali (Dakwatuna.com, Merdeka.com, id.berita.yahoo.com).

Screenshot berita yang ditampilkan pada laman yahoo.com

Screenshot berita yang ditampilkan pada laman yahoo.com.

Bagi sebagian orang mungkin hal ini tidak masalah. Namun, sebagian yang lain (termasuk saya) merasa bahwa ini adalah sebuah masalah besar yang menunjukkan sebuah proses degradasi moral dari para pamong dinas pendidikan dalam melihat anak didiknya sendiri. Di surat itu jelas tertulis bahwa Disdikpora “menginformasikan” kepada seluruh kepala sekolah SMA dan SMK se-Boyolali bahwa mereka diharapkan “mengerahkan” siswanya untuk “memeriahkan” beberapa acara (Inbox “I Like Dangdut”) yang akan disiarkan secara live oleh sebuah stasiun televisi ibukota.

Mari kita coba telaah beberapa kata tersebut sesuai dengan KBBI.

  1. menginformasikan /meng·in·for·ma·si·kan/ v memberikan informasi; menerang-kan; memberitahukan
  2. informasi /in·for·ma·si/ n 1 penerangan; 2 pemberitahuan; kabar atau berita tt sesuatu; 3 Ling keseluruhan makna yg menunjang amanat yg terlihat dl bagian-bagian amanat itu;
  3. mengerahkan /me·nge·rah·kan/ v 1 mengumpulkan atau menghimpun orang secara bersama-sama untuk mengerjakan sesuatu: Pak Lurah ~ semua penduduk untuk memperbaiki bendungan yg rusak; 2 menghimpun (tentara dsb) dan mengajak bergerak; memobilisasikan: negara itu telah ~ angkatan perangnya; 3 menghimpun (tenaga dsb) untuk suatu tujuan: pemerintah ~ segenap tenaga rakyat untuk menyelesaikan rencana pembangunan;
  4. kerah 1 /ke·rah / n rodi;
  5. riah /ri·ah/, meriah /me·ri·ah/ a 1 ramai yg bersifat suka ria: perarakan yg ~ itu menuju istana; 2 dng upacara (kebesaran, kemuliaan, dsb): hari ulang tahunnya dirayakan dng ~

Mari kita coba jelaskan kembali beberapa kata dalam surat tersebut sesuai dengan apa yang tertulis dalam KBBI.

Disdikpora memberikan informasi kepada kepala sekolah SMA dan SMK se-Boyolali bahwa mereka diharapkan menghimpun siswa untuk membuat ramai yang bersifat suka ria beberapa acara yang akan disiarkan secara live oleh sebuah stasiun televisi ibukota

Dari pembuatan ulang kalimat tersebut, dapat terlihat sebuah susunan yang lebih umum dari kata-kata yang tersirat dari balik surat Kadisdikpora tersebut. Beliau bukan ingin agar siswa mendapatkan hiburan, tetapi ingin agar siswa membuat ramai sebuah acara yang telah di-set oleh stasiun televisi tersebut.

Bagi saya hal ini adalah sebuah penyalahgunaan, karena secara teknis siswa tidak terikat dengan perintah dari Kadisdikpora. Akan tetapi beliau mengakali hal tersebut dengan memberikan surat kepada para kepala sekolah se-Boyolali untuk mengerahkan siswanya. Bisa saja beliau mengatakan bahwa itu hanya himbauan, tapi ingat bahwa arti kata imbau menurut KBBI adalah:

imbau /im·bau/ Mk v, mengimbau /meng·im·bau/ v 1 memanggil; menyebut nama orang; 2 meminta (menyerukan) dng sungguh-sungguh; mengajak: pemerintah ~ masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan;

Dapat terlihat bahwa Kadisdikpora meminta dengan sungguh-sungguh atau mengajak yang posisinya disetarakan dengan himbauan pemerintah kepada masyarakat untuk turut menjaga kelestarian hutan.

Saya tidak berniat menghakimi, tetapi yang patut kita sadari, bahwa surat itu menunjukkan bahwa disdikpora tidak memahami hakekat dari disdikpora itu sendiri. Disdikpora atau Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga adalah pamong yang bertugas untuk mengayomi sekolah, guru, dan siswa agar dapat menjalankan kegiatannya dengan baik dan sempurna. Namun, munculnya surat itu memperlihatkan bahwa Disdikpora melihat siswa tak ubahnya hanya sekedar komoditas, yang dapat digunakan untuk kepentingan apapun.

Semoga saja Disdikpora bisa melihat bahwa apa yang mereka lakukan adalah salah, alangkah baiknya bila poin kedua di surat tersebut tidak perlu ada. Jika ingin menginformasikan, cukup mengirimkan surat yang memberitahukan tentang adanya agenda tersebut, bukan meminta kepala sekolah untuk mengerahkan siswanya.

Ingat, siswa bukan komoditas, tetapi adalah para calon penerus bangsa yang harus dipersiapkan dengan sebaik-baiknya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s