Home » Ceritaku » Perjalanan Ke Karangkobar: Mengesankan (1)

Perjalanan Ke Karangkobar: Mengesankan (1)

Perjalanan saya ke Karangkobar cukup menyenangkan, selain karena saya memang belum pernah ke sana tetapi juga karena saya bersama dengan tim dari Bidang Pemberdayaan Masyarakat Bulan Sabit Merah Indonesia Cabang Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (BSMI DIY). Persiapan untuk melakukan perjalanan ini sendiri sebenarnya tidak lama, setelah saya ingat-ingat dari pertemuan pertama sampai hari H kami hanya melakukan persiapan selama kurang lebih 3 pekan.

Perjalanan ini awalnya adalah sebuah wacana dari teman-teman di grup Whatsapp BSMI DIY dimana ada beberapa anggota dari Bidang Tanggap Bencana (Tagben) dan Bidang Pelayanan Medik (Yanmed) ingin ikut membantu personel BSMI Jawa Tengah yang sedang dilanda musibah tanah longsor di Banjarnegara (Saat itu kami bahkan belum tahu kejadian itu ada di Desa dan Dusun apa). Selain itu ada pula anggota dari Bidang Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR) yang ingin melaksanakan penggalangan dana. Entah kenapa saat itu semua wacana tersebut menghilang, pada akhirnya hanya ketua kami yaitu dr. Bambang Edi, Sp.A dan Nazir (Anggota Tagben) yang berangkat ke sana. Itu pun ketika kami konfirmasi, mereka hanya di sana selama 1 hari saja. Nah, karena Bidang Pemberdayaan Masyarakat (PM) sedang tidak ada kerjaan, maka saya beranikan diri untuk mengusulkan bahwa lebih baik BSMI menjadikan kegiatan ini sebagai kegiatan bersama saja. Jadilah kegiatan ini dikomandoi oleh PM namun bersama dengan bidang-bidang yang lain.

Dalam perjalanannya rapat-rapat kami selalu sepi (tidak lebih dari 10 orang yang hadir), bahkan rapat yang dibersamai Pak Ketua hanya dihadiri 4 orang saja, namun saya tetap optimis walaupun saya bingung juga bagaimana meyakinkan rekan-rekan bidang yang lain. Untungnya anggota PM meskipun sedikit mereka tetap optimis dan bersedia ketika diminta datang rapat, bahkan menawarkan untuk membantu namun karena saya merasa sudah cukup, terpaksa beberapa tawaran saya tolak secara halus. Singkat cerita, 2 pekan penggalangan dana ternyata tidak memberikan hasil yang menggembirakan, namun dengan bantuan dari Pak Ketua dan salah satu anggota PM akhirnya kami tetap berangkat ke Banjarnegara.

Persiapan di hari H tidak kalah ribetnya, banyak sekali hal yang tidak terprediksi, H-12 jam tim baru saya kumpulkan untuk membahas persiapan di hari H. Saat itu begitu banyak barang yang harus dibeli dan begitu banyak program yang harus dipersiapkan, kami bahkan belum mencari kendaraan untuk berangkat ke lokasi. Di saat yang sama saya terus mengontak Pak Adi Bijantara dan Pak Slamet yang merupakan perwakilan BSMI Jawa Tengah di sana. Dengan kebulatan tekad dan penuh perjuangan, akhirnya kami berhasil menyelesaikan persiapan dengan baik dan siap untuk berangkat.

Baru beberapa ratus meter dari lokasi kami berangkat, terdapat musibah yang menimpa kami. Musibah itu berawal ketika kami merasa bahwa ada pintu yang belum tertutup. Setelah dilakukan pengecekan ternyata tidak ada pintu yang belum kencang, baru saja kami akan berangkat tiba-tiba saja sebuah mobil menabrak kendaraan kami.  Tentu saja kami kaget, dengan cepat kami putuskan untuk mencatat nomor polisi mobil tersebut dan sang sopir langsung turun dan berbincang dengan penabrak kami. Setelah itu kami berpikir apa yang harus kami lakukan (Bersambung)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s