Home » Berita » Kronologis Lengkap Kasus Cicak vs Buaya

Kronologis Lengkap Kasus Cicak vs Buaya

Setelah melakukan penggalian, akhirnya saya menemukan beberapa petunjuk terkait kasus Cicak vs Buaya dari dulu sampai sekarang,

  1. 16 Juli 2008 – Yusuf Erwin Faisal, mantan ketua Komisi IV DPR, ditahan KPK karena diduga menerima uang suap alih fungsi lahan untuk dijadikan Pelabuhan Tanjung Api-api, Musi Banyuasin, Sumatera Selatan.
  2. 9 Juli 2008: KPK menggeledah ruang kerja Yusuf di gedung PT Masaro Radiokom di Jalan Talang Betutu 11-A, Jakarta Pusat. Sebanyak sembilan dus dokumen disita.
  3. 30 Juli 2008:  Setelah penggeledahan tersebut, KPK menemukan kasus baru, yakni dugaan korupsi pengadaan alat Sistem Komunikasi Radio Terpadu (SKRT) di Departemen Kehutanan yang melibatkan Yusuf dan Direktur PT Masaro Anggoro Widjojo.
  4. 15 Agustus 2008: KPK menggeledah kantor Departemen Kehutanan, termasuk ruang Setjen Dephut.
  5. 13 Oktober 2008: Wakil Ketua Komisi IV DPR Suswono, setelah diperiksa oleh KPK, mengatakan proyek SKRT senilai Rp 730 miliar dengan Motorola harus dinegosiasikan ulang.
  6. 14 Oktober 2008: Anggota Komisi Kehutanan DPR Tamsil Linrung, menyerahkan dokumen ke KPK berisi dugaan korupsi kasus SKRT pada 2007 senilai Rp 180 miliar dan laporan audit Badan Pemeriksa Keuangan tahun 2007 tentang pembelian alat komunikasi fiktif Rp 13 miliar.
  7. 20 Oktober 2008: Menteri Kehutanan M.S. Kaban diperiksa KPK terkait dengan kasus suap yang melibatkan anggota Komisi Kehutanan DPR Periode 1999-2004.
  8. 7 April 2009: Kabareskrim Polri Susno Duadji mengirim surat ke Direksi Bank Century tentang hasil klarifikasi uang milik PT Lancar Sampoerna Bestari (perusahaan milik Boedi Sampoerna) di bank tersebut.
  9. 4 Mei 2009: Antasari Azhar ditahan di Polda Metro Jaya sebagai tersangka kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen.
  10. 16 Mei 2009: Antasari dari balik penjara mmembuat testimoni bahwa Pimpinan KPK menerima suap sebesar Rp 6,7 miliar dan dia juga mengaku menemui Anggoro Widjojo di Singapura pada 10 Oktober 2008.
  11. 24 Juni 2009 – Anggoro Widjojo ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pengadaan pengadaan alat SKRT. Diduga bahwa Anggor mendapatkan tender proyek pengadaaan alat SKRT tahun 2006-2007 di Departemen Kehutanan sebesar Rp 180 miliar setelah menyuap Yusuf sebanyak 60.000 dollar Singapura dan Rp 75 juta.
  12. 30 Juni 2009 – Susno merasa bahwa KPK menyadap teleponnya terkait dengan Kasus Century.
  13. 2 Juli 2009 – Wakil ketua KPK Bibit Samad Rianto memastikan bahwa KPK hanya menyadap pihak yang disangka melakukan korupsi.
  14. 2 Juli 2009 – Istilah “Cicak dengan Buaya” diucapkan pertama oleh Susno Duadji yang saat itu menjadi Kabareskrim POLRI dalam sebuah wawancara dengan media massa. Saat itu muncul reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat yang menghujat POLRI.
  15. 10 Juli-3 November 2009 – Susno Duadji mengaku pernah menemui tersangka kasus korupsi Anggoro Widjojo di Singapura. Mahkamah Konstitusi memperdengarkan percakapan antara Anggodo Widjojo dan Anggoro Widjojo dalam sebuah persidangan. Dalam percakapan tersebut terdengar nama Susno Duadji disebut-sebut.
  16. 4 November 2009 – Presiden SBY membentuk tim 8 untuk menyelesaikan kasus ‘Cicak vs Buaya’. Ketua tim 8 yaitu advokat senior Adnan Buyung Nasution mendesak Kapolri untuk menonaktifkan Susno Duadji.
  17. 5 November 2009 – Susno Duadji mundur dari jabatan sebagai Kabareskrim Mabes Polri.
  18. 24 November 2009  – Kapolri tidak menanggapi mengunduran diri Susno, tetapi langsung mencopot Susno dari jabatannya sebagai Kabareskrim Mabes Polri dan menggantikannya dengan Irjen Ito Sumardi.
  19. 7 Januari 2010 – Susno Duadji menjadi saksi kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen yang didakwakan pada mantan Ketua KPK Antasari Azhar.
  20. 15 Maret 2010 – Susno Duadji membeberkan adanya dugaan makelar kasus di tubuh Polri yang melibatkan sejumlah petinggi Polri dan juga melibatkan pegawai Ditjen Pajak Gayus Tambunan. Nyanyian ini membongkar kasus korupsi Mafia Pajak yang dilakukan oleh Gayus Tambunan yang merugikan negara puluhan miliar rupiah.
  21. 18-19 Maret 2010 Polri memanggil Susno untuk datang dan melakukan klarifikasi. Namun, karena Susno tidak hadir, maka Polri memidanakan Susno dengan tuduhan pencemaran nama baik.
  22. 23 Maret 2010 – Kadiv Humas Polri Irjen Pol Edward Aritonang Susno Duadji mengumumkan Susno Duadji sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi.
  23. 12 April 2010 – Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Susno pun dicekal ke luar negeri. Di saat Susno hendak pergi ke Singapuran tanpa izin, Susno ditangkap oleh Polri di Terminal II pint D1 Bandara Soekarno Hatta.
  24. 13 April 2010 – Susno menyebut Sjahril Djohan sebagai Mr X biangnya makelar kasus di tubuh Polri. Syahril juga dituduh telah merekayasa kasus PT Salmah Arwana Lestari dari perdata menjadi pidana hingga akhirnya menjerat dirinya.
  25. 20 April 2010 – Susno diperiksa selama 7 jam dalam kasus korupsi dan pencucian uang yang dilakukan mantan pegawai pajak Gayus H Tambunan. Ini adalah pemeriksaan Susno yang pertama kali.
  26. 5 Mei 2010 – Kompol Arafat dalam sidang Kode Etik terkait kelalaiannya dalam memeriksa Gayus Tambunan membeberkan beberapa kecurangan yang telah dilakukan Susno Duadji terkait penanganan sejumlah kasus.
  27. 29 September 2010 – Sidang perdana Susno digelar di PN Jakarta Selatan dengan dakwaan menerima suap untuk memperlancar kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan pemotongan dana pengamanan Pilgub Jawa Barat.
  28. 24 Maret 2011 – Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan menjatuhkan vonis atas perkara PT Salmah Arowana Lestari (SAL) dan kasus korupsi dana pengamanan Pilgub Jabar 2008 kepada Susno dengan penjara selama 3,5 tahun dan denda sebesar Rp 200 juta. Susno juga dituntut membayar uang pengganti Rp 4 miliar atau 1 tahun hukuman penjara. Dalam kasus PT Salmah Arowana Lestari (SAL), Susno dijatuhi hukuman sesuai dakwaan kelima yaitu Pasal 11 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Dalam perkara korupsi dana pengamanan Pemilihan Gubernur Jawa Barat tahun 2008, Susno terbukti melanggar Pasal 3 UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara. Susno pun mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi DKI Jakarta.
  29. 11 November 2011- Banding Susno ditolak PT DKI Jakarta
  30. 22 November 2012- Mahkamah Agung (MA) juga menolak kasasi Susno.
  31. 17 April 2013 – Jaksa Agung Basrief Arief menyebut Susno Duadji segera dieksekusi setelah jaksa menerima salinan putusan dari MA.
  32. 24 April 2013 – Jaksa dari Kejaksaan Tinggi DKI yang dibantu Kejati Jabar dan Kejari Bandung mencoba mengeksekusi Susno dari rumahnya di Dago Pakar, Bandung. Ketegangan dengan pengawal Susno tak terelakkan. Hingga berita ini diturunkan, upaya eksekusi terhadap Susno belum berhasil.
  33. 2 Mei 2013 – Kediaman Susno Duadji berhasil dieksekusi oleh petugas dari Kejaksaan Agung dan dipenjara di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) II A Cibinong.
  34. 9 Januari 2015 – Terbitnya surat bernomor R-01/Pres/01/2015 tertanggal 9 Januari 2015. Perihal: pemberhentian dan pengangkatan Kapolri. Presiden menetapkan Komjen Polisi Budi Gunawan sebagai Calon Kapolri Tunggal.
  35. 13 Januari 2015 – KPK menetapkan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka kasus penerimaan suap dan transaksi mencurigakan saat beliau menjabat sebagai Kepala Biro Pembinaan Karir di Mabes Polri 2003-2006 dan jabatan lain di Mabes Polri. Di malam harinya politisi PDIP dan KIH berkumpul di Rumah Megawati Soekarno Putri di Jalan Teuku Umar untuk melakukan konsolidasi.
  36. 15 Januari 2015 – Sugianto, seorang calon bupati Kota Waringin Barat melaporkan (Nomor Laporan LP/67/I/2015) Bambang Widjajanto ke Bareskrim Mabes Polri dengan kasus pemberian keterangan palsu pada sidang sengketa pemilu di mahkamah konstitusi pada tahun 2010.
  37. 19 Januari 2015 – Polri mengajukan gugatan praperadilan ke Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terhadap penetapan Komjen Budi Gunawan sebagai tersangka.
  38. 21 Januari 2015 –  Serah terima jabatan  Kapolri Jenderal Sutarman kepada Wakapolri Komjen Badrodin Haiti yang ditunjuk sebagai pelaksana tugas Kapolri. Serah terima dilakukan di Ruang Rupatama, Kompleks Mabes Polri, Jakarta.
  39. 22 Januari 2015 – Hasto (Plt Sekjen PDIP) melalui sebuah konferensi pers mengungkapkan bahwa Abraham Samad sakit hati kepada Budi Gunawan karena gagal menjadi capres Joko Widodo. Diungkapkan pula bahwa Abraham Samad setidaknya 6x bertemu dengan petinggi PDIP.
  40. 23 januari 2015 – Salah satu komisioner pimpinan KPK yaitu Bambang Widjajanto ditangkap oleh Bareskrim Mabes Polri saat sedang mengantarkan anaknya ke sekolah. BW telah ditetapkan oleh tersangka terkait laporan pada tanggal 15 Januari 2015.
  41. 24 Januari 2015 – Pada pukul 01.05 WIB, BW dibebaskan bersyarat oleh Polri. Siang harinya, Adnan Pandu Praja dilaporkan ke Bareskrim Mabes Polri oleh Mukhlis Ramlan terkait kepemilikan saham secara ilegal pada PT Desy Timber. Pada hari yang sama Menteri Koordinator Politik Hukum dan HAM, Tedjo Edhy Purdijiatno dalam sebuah wawancara di Istana Negara memberikan pernyataan sebagai berikut, “Enggak boleh begitu itu. Itu suatu pernyataan, sikap, yang kekanak-kanakan. Berdiri sendiri, kuat dia. Dia akan didukung, konstitusi mendukung, bukan dukungan rakyat yang enggak jelas itu. Konstitusi yang mendukung,” Pernyataan ini membuat ramai dunia maya.
  42. 25 Januari 2015 – Presiden Jokowi membentuk tim 11 untuk menyelesaikan perseteruan antara KPK dan Polri.

sumber: diolah dari berbagai sumber.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s